(SJO, BANDUNG) - PT Pertamina berencana mulai memasang alat pengendali konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi atau Radio Frequency Identification (RFID) di seluruh Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mobil dinas (mobdin) milik pemerintahan. Demikian dikemukakan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan.
Radio Frequency Identification (RFID)
“Kita akan mulai memasang RFID disejumlah SPBU dan mobil dinas plat merah, setelah tertunda beberapa kali,’ ujarnya.
Menurut Karen, untuk tahap awal pemasangan RFID akan dilakukan di wilayah Jakarta Bogor Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek).
"Pemasangan RFID mudah-mudahan bisa dilakukan akhir bulan Agustus ini di Jakarta, selanjutnya daerah lain,” ucapnya.
Karen mengatakan, untuk tahap awal ini pemasangan RFID akan dilakukan di 247 SPBU di wilayah Jakarta dan dilanjutkan ke beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jabar, Lampung dan Kallimantan.
"Tahun 2014 mendatang kita targetkan seluruh SPBU di Indonesia sudah terpasang RFID," kata Karen, kepada wartawan dalam sebuah acara di Bandung beberapa waktu lalu.
Karen mengharapkan, dengan pemasangan RFID ini tidak ada lagi SPBU maupun kendaraan pemerintah yang menggunakan BBM bersubsidi. (r22).
Ilustrasi System Monitoring & Pengendalian
PT Pertamina (Persero) menegaskan pemasangan alatRadio Frequency Identification (RFID) sebagai alat monitoring pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara bertahap dipercepat sehingga beroperasi pada September mendatang.
"Ada beberapa tahap yang harus dilalui. Tapi waktunya (target penyelesaian) tidak berubah," tutur Direktur Utama Karen Agustiawan di sela halal bihalal di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menambahkan, bulan September RFID ditargetkan sudah beroperasi di seluruh Jabodetabek. Adapun saat ini pemasangan diprioritaskan untuk kendaraan BUMN setelah itu target pemasangan RFID sudah tersedia di semua SPBU di Jakarta. "Untuk SPBU, Agustus selesai semua di DKI sebanyak 274 SPBU," kata Hanung.
Menurut dia, setelah seluruh SPBU Jabodetabek menyediakan RFID tag kemudian terpasang di seluruh kendaraan maka pemasangan itu akan merambah ke daerah-daerah lain, khususnya di Kalimantan. Lantaran Kalimantan merupakan sektor pertambangan yang banyak menggunakan BBM sehinggan perlu adanya pemasangan RFID lebih cepat.
"Saat ini di beberapa SPBU sudah bisa dipasang. Nanti kita umumkan lokasi mana saja yang bisa dan ini gratis," tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan, pengusaha SPBU siap mensukseskan pemasangan RFID. Bahkan dari awal rencana perkumpulan pengusaha SPBU ini sudah menyatakan kesiapannya memasang RFID di kendaraan.
"Dari awal kan sudah siap sedia. Cuma karena ini tertunda kelanjutannya saya belum bisa liat," singkatnya.(gpr)



0 comments:
Post a Comment