Jakarta - Desember menjadi ajang pertarungan film-film Indonesia berbujet besar. Beberapa diantaranya diproduksi dengan biaya di atas Rp 10 miliar. Apa saja?
1. 99 Cahaya di Langit Eropa
Film arahan sutradara Guntur Soeharjanto ini mengambil empat negara Eropa sebagai keseluruhan lokasi syuting yakni Austria, Prancis, Spanyol, dan Turki. '99 Cahaya di Langit Eropa' merupakan film ke-40 Maxima Pictures selama tujuh tahun rumah produksi itu berdiri.
Film ini mengangkat tentang perjuangan para pelajar di negeri orang dalam mempertahankan keyakinan, cinta, dan prinsip di tengah sekulerisme Eropa, yang dibalut dengan persahabatan, konflik, dan pengungkapan misteri peradaban Islam.
'99 Cahaya di Langit Eropa' yang dijadwalkan tayang pada 5 Desember mendatang itu disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dengan bintang utama Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Raline Shah, Nino Fernandez, Alex Abbad, Marissa Nasution, dan aktris ciliki Gecchae. Film ini juga dimeriahkan oleh Fatin Shidqia Lubis, Dian Pelangi, dan Hanum Rais.
2. Soekarno: Indonesia Merdeka
'Soekarno: Indonesia Merdeka!' merupakan film produksi Multivison Plus Picture yang bisa dibilang memiliki bujet terbesar. Film ini memakai lebih dari 3 ribu figuran dengan cast multikultur.
Karena latar waktu dalam film mengambil era 1940-an, maka dari segi wardrobe dan setting tempat memakan biaya yang tidak sedikit. Film ini direncanakan dibuat dengan dua versi karena selain di Indonesia, 'Soekarno: Indonesia Merdeka!' juga akan tayang di tujuh negara lainnya.
'Soekarno: Indonesia Merdeka!' diperankan oleh Ario Bayu sebagai tokoh utama. Sementara untuk peran Bung Hatta dimainkan oleh Lukman Sardi. Maudy Koesnadi terpilih memainkan karakter istri Soekarno, Inggit, sementara tokoh pemimpin tentara Jepang yang diperankan Ferry Salim. Film ini akan tayang pada 11 Desember.
3. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk
FOTO:
Film yang diadaptasi dari novel Buya Hamka itu diproduksi Soraya Intercine Films yang sebelumnya sukses dengan '5 Cm'. Nuansa etnik yang dideskripsikan dalam novel coba disuguhkan seautentik mungkin. Tim produksi juga kabarnya membangun sebuah kapal sungguhan.
'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck' yang pertama kali diterbitkan pada 1938 itu berkisah tentang kasih tak sampai antara Zainuddin, laki-laki berayah Minang beribu Bugis, dan Hayati, perempuan yang murni keturunan Minang.
Dalam novel 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck', Hamka menyatakan ketidaksetujuan terhadap beberapa tradisi dalam adat Minang, terutama mengenai diskriminasi terhadap orang keturunan campuran yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu.
Namun menurut Junot beberapa waktu lalu, cerita 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck' yang diangkat ke film bukanlah berfokus pada tenggelamnya kapal. Junot sendiri akan berperan sebagai Zainuddin, orang berdarah Minang namun memiliki ayah Bugis. Film ini akan tayang pada 19 Desember.
4. Laskar Pelangi 2: Edensor
:
Petualangan anak-anak Negeri Laskar Pelangi berlanjut ke Paris, Prancis. Ikal (Lukman Sardi) dan Arai (Abimana Artasatya) berhasil menerima beasiswa untuk kuliah di Sorbone-Paris.
Lika-liku kehidupan kuliah dan usaha mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi plot cerita yang menarik. Menjadi pelayan hingga mengamen di jalanan dilakoni kedua putra Belitong itu.
Belum lagi cerita cinta antara Ikal dan seorang gadis asli Prancis. 'Laskar Pelangi 2: Edensor' tayang di bioskop pada 24 Desember mendatang.
5. Slank: Nggak Ada Matinya
Tahun 1996, Abdee dan Ridho dipanggil Slank untuk datang jamming bersama bimbim dan Ivan. Slank yang ingin membuktikan tidak bubar walaupun personil tersisa Bimbim, Kaka dan Ivan. Mereka akan melakukan tur. Abdee dan Ridho pun diajak. Syaratnya: bisa membawakan 35 lagu Slank hanya dalam waktu 3 hari! Tur dimulai dan saat itulah dimulai pertualangan Slank dengan format baru.
Formasi baru Slank dengan album Tujuh sukses besar. Namun ketergantungan Bimbim, Kaka dan Ivan akan narkoba semakin kuat. Bunda Iffet, bersama Abdee dan Ridho berusaha supaya Bimbim, Kaka dan Ivan bisa lepas dari jerat narkoba. film ini tidak dibintangi oleh anggota Slank melainkan aktor-aktris ternama yang wajahnya dianggap mirip. Mereka adalah Adipati Dolken sebagai Bimbim, Ricky Harun sebagai Kaka, Aaron Shahab sebagai Ivanka, Ajun Perwira sebagai Ridho dan Deva Mahendra sebagai Abdee. Film yang naskahnya ditulis oleh Cassandra Massardi tersebut berkisah tentang kejadian yang dialami Slank pada tahun 1997. Namun, dalam film nanti tak ada personil lama seperti Pay, Bongky dan Indra. Film ini akan tayang di bioskop pada 24 Desember mendatang.
0 comments:
Post a Comment