Negara-negara Termahal Bagi Mahasiswa Asing

Amerika menduduki peringkat kedua setelah Australia - Wikipedia
Amerika menduduki peringkat kedua setelah Australia – Wikipedia
Apakah Anda berminat bersekolah atau menyekolahkan anak di luar negeri? Ya, selama Anda punya rezeki lebih, tak ada salahnya jika memilih untuk menuntut ilmu di luar negeri, terutama negara-negara di Eropa, Amerika, dan Australia.
Akan tetapi, Anda juga harus tahu negara-negara mana saja yang paling mahal untuk mahasiwa asing. Pasalnya, selain biaya sekolah, Anda juga harus mempersiapkan biaya hidup, seperti makan, tempat tinggal, dan transportasi.
Data HSBC yang dirilis belum lama ini memperlihatkan bahwa Australia adalah negara yang paling mahal bagi mahasiswa asing—baik untuk biaya hidup maupun sekolah, dengan total biaya berkisar USD38 ribu per tahun. Posisi kedua ditempati Amerika Serikat dengan total USD35 ribu dan Inggris diperingkat ke tiga dengan total biaya USD30 ribu per tahun.
Berikut ini 13 negara termahal bagi pelajar mancanegara menurut data HSBC:
NegaraBiaya HidupBiaya PendidikanTotal (per Tahun)
AustraliaUSD25.375 USD13.140 USD38.516
Amerika SerikatUSD25.226 USD10.479 USD35.705
InggrisUSD19.291 USD11.034 USD30.325
Uni Emirat ArabUSD21.371 USD6.004 USD27.375
KanadaUSD18.474 USD7.537 USD26.011
SingapuraUSD14.885 USD9.363 USD24.248
Hong KongUSD13.182 USD9.261 USD22.443
JepangUSD6.522 USD12.642 USD19.164
RusiaUSD3.131 USD6.310 USD9.441
ChinaUSD3.983 USD4.783 USD8.766
TaiwanUSD3.270 USD4.987 USD8.257
SpanyolUSD1.002 USD6.004 USD7.006
JermanUSD635 USD5.650 USD6.285
“Meskipun mahal, sektor pendidikan Australia terihat tetap diminati mahasiswa asing. Hal ini menunjukkan banyak mahasiswa yang tidak mempersoalkan biaya, tetapi lebih menimbang faktor lain seperti kualitas hidup dan pendidikan, serta jarak kampus dari rumah,” kata Head of Retail Banking & Wealth Management HSBC Australia, Graham Heunis, seperti dilansir daribusinessinsider.com.au.
Kendati demikian, imbuhnya, jumlah mahasiswa luar negeri yang belajar di Australia mengalami penurunan sebesar 12% pada rentang 2009 hingga 2012.
Graham memprediksi, penurunan nilai Dolar Australia serta kebijakan pemerintah yang mempermudah pengurusan visa bagi pelajar asing—yang mulai diterapkan pada 2012 lalu—akan membantu peningkatan pelajar luar negeri yang datang ke Australia.

0 comments:

Post a Comment